Home / Pendidikan / Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial

Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial

Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial

Ajaran yang mengutamakan keindahan, kebaikan, dan kebenaran telah menasihati kita dengan bijaksana bahwa diatas panggung hidup ini kita memainkan dua peran, yaitu sebagai makhluk indvidu dan sebagai makhluk sosial. Kita menjalankan kedua peran ini dengan terikat pada kenyataan hidup bahwa kita adalah makhluk yang dikaruniai perasaan dan pikiran, dimana dengan dua karunia ini, hidup kita tumbuh lebih dari sekadar fisik dan berkembang lebih dari sekedar usia.

Manusia terlahir sebagai makhluk individu kita memulai hidup dengan menjalani sebuah siklus perasaan dan keinginan yang kecil dan pendek. Manusia sejak keluar dari rahim ibu dan merasakan udara dunia, kita langsung merasakan sesuatu, dimana dengan rasa itu, kita menjadi menginginkan sesuatu didalam ketelanjangan dan kepolosan dan kemudian kita merasakan sesuatu lalu menginginkan sesuatu.

Siklus perasaan dan keinginan itu terus berputar. Hidup kita terus berjalan. Suatu ketika kita akan dapat merasakan yang namanya sakit, merasakan segala hal dan mengetahui nama nama perasaan tersebut.

Baca juga artikel saya yang lain :
Taman Bunga Nusantara
Jalan Jalan ke Summarecon Bekasi

Manusia sebagai Makhluk Sosial Otak kita sebagai manusia berkembang sejalan dengan bertambahnya usia kita dari mulai Balita, Anak-Anak, Remaja sampai Dewasa mulai mengerti bahwa keinginan dapat terpuaskan oleh sesuatu yang khas dan spesifik dan kita mulai mengetahui bahwa itu semua ada hubungannya dengan kenyamanan hidup kita. Manusia mulai tahu hubungan hubungan perasaan dan keinginan. Kita mulai mengerti keterkaitan antara perasaan, keinginan, dan pemuasnya. Kita mulai menangkan makna makna.

Pikiran kita sebagai manusia yang tumbuh mengikuti perasaan membuat kita mampu memilih. Dengan semua itu kita menjalani babak baru. Kita mulai mengerti bahwa keinginan ternyata dapat didetailkan. Kita mulai belajar mengenai pola skala prioritas. Mulai bisa membagi bagi mana yang penting dan tidak penting, mana yang harus cepat dan mana yang harus perlahan.

About Ali Wahyudin

Sebenernya gue gak suka nulis tapi gue selalu maksain supaya suka sama hal hal yang positif biar gue terbiasa. Akhirnya terbuatlah blog ini di tahun 2013 walaupun pada saat itu masih copy paste dan ada perombakan website total di tahun 2018 walaupun harus rela kehilangan data seo yang cukup lumayan. Heheh.

Baca Juga :

Peran Mahasiswa Dan Jiwa Nasionalisme

Peran Mahasiswa dan Jiwa Nasionalisme Sejarah telah mencatat bahwa di negeri ini peran mahasiswa sangat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.